Kompetensi Sosial


Teori Pembangunan Sosial

  1. Paradigma Perencanaan Pembangunan Sosial
    • Membahas tentang perbedaan antara perencanaan sebagai proses transformasi sosial, di mana manusia berposisi sebagai subyek (social ) dengan perencanaan sebagai proses arahan sosial, di mana manusia berposisi sebagai obyek (social engineering).
    • Perencanaan Pembangunan Sosial yang menyangkut hak-hak dasar masyarakat (pemenuhan pangan, sandang, papan, , , dan lain sebagainya).
    • Perencanaan Sosial: perencanaan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat serta stakeholders, sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan efektif.
  2. dan Masyarakat
    • Kebudayaan dan suku bangsa di Indonesia
      Membahas mengenai adanya perbedaan budaya yang dapat mempengaruhi proses pembangunan yang akan dilaksanakan.
    • Konsep masyarakat/komunitas dan stratifikasi sosial
      Memberikan pemahanan mengenai stratifikasi sosial yang ada di dalam suatu masyarakat
    • Perubahan Sosial
      Untuk memberikan pemahaman bahwa dalam setiap masyarakat terjadi perubahan sosial, penyebab serta kecepatan perubahannya di setiap masyarakat berbeda-beda.
    • Pengaruh Kebudayaan dan karakteristik masyarakat terhadap pembangunan
      Memberikan berbagai contoh kasus pembangunan, untuk membandingkan hasil proses pembangunan yang memperhatikan karakteristik masyarakat dengan yang tidak.
  3. Masalah-masalah Sosial
    • Masalah sosial berdampak pada kehidupan publik secara luas.
    • Masalah sosial dilekatkan pada isu/persoalan yang dipandang oleh masyarakat tidak dapat diterima.
    • Dalam situasi tertentu, sebuah masalah merupakan masalah individu. Tetapi dalam situasi yang lain, masalah itu merupakan masalah sosial.
    • Masalah sosial berubah sejalan dengan waktu.
    • Sebuah fenomena tidak dipandang sebagai masalah sosial pada masa lalu, namun pada masa ini menjadi masalah sosial yang penting untuk diatasi. Contoh: pekerja anak, buta huruf, pernikahan dini.
    • Konsep dan kerangka permasalahan/isu sosial dalam pembangunan, terkait dengan kompleksitas ruang lingkup, penyebab dan akibat dari .
    • Lingkup sektoral permasalahan/isu sosial: , pendidikan, kesehatan, kependudukan, kesejahteraan sosial, ketertiban dan keamanan, dll.
    • Lingkup substantif permasalahan/isu sosial:
      • rendahnya partisipasi dan keswadayaan masyarakat;
      • terbatasnya akses/kontrol masyarakat dalam pengambilan keputusan publik;
      • lemahnya masyarakat dalam relasi struktural-fungsional dengan kelembagaan pemerintah dan pasar.
  4. Kemiskinan
    • Perspektif struktural, perspektif kultural dan perspektif perangkap kemiskinan (konsep kemiskinan).
    • Standar obyektif, subyektif dan partisipatoris dalam pengukuran kemiskinan
      Menjelaskan ukuran kemiskinan yang dapat dijadikan referensi yang tepat untuk melakukan program pengentasaan kemiskinan dan .
    • Kasus-kasus penanggulangan kemiskinan di Indonesia mulai dari Program Inpres Tertinggal (IDT), Program Pengembangan (PPK), Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) hingga Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
      Best practice dari berbagai program program pengentasan kemiskinan yang telah dijalankan serta yang perlu dilakukan.


Proses Perencanaan dalam Pembangunan Sosial : Perencanaan dan Implementasi

  1. Proses Perencanaan dalam Pembangunan Sosial
    • Siklus Perencanaan
      • Perencanaan
      • Implementasi
      • dan evaluasi
      • Re-design program
    • Menjelaskan bagaimana seharusnya suatu siklus perencanaan itu dilakukan, serta di tahapan mana menjadi hal yang krusial, sehingga bila tidak dilakukan dengan optimal dapat menyebabkan kegagalan suatu kegiatan.
    • Konsep partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan (agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat)
  2. dan Community
    • Konsep community empowerment
      Memberikan pemahaman bagaimana melakukan proses pemberdayaan yang melibatkan masyarakat secara partisipatif sehingga memiliki rasa memiliki terhadap kegiatan yang dilakukan.
    • Konsep community development
      Memberikan pemahaman mengenai tahapan dalam proses pengembangan masyarakat yang didalamnya juga terdapat proses pemberdayaan masyarakat, sehingga masyarakatnya menjadi mandiri.


Metode Perencanaan Pembangunan

  1. Teknik Kualitatif
    • Pendekatan kualitatif
      Menjelaskan apa yang dimaksud dengan pendekatan kualitatif, dan apa yang membedakannya dengan pendekatan kuantitatif.
    • Teknik-teknik pendekatan kualitatif
      Menjelaskan teknik-teknik yang umum dilakukan dalam pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam, , pengamatan terlibat.
    • Prinsip-prinsip dalam pendekatan kualitatif
      Memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam melakukan pendekatan kualitatif.
    • Manfaat dari pendekatan kualitatif
      Memberikan penjelasan kelebihan dari pendekatan kualitatif terkait dengan pengumpulan yang lebih komprehensif.
  2. Participatory Rapid Appraisal (PRA)
    Sekumpulan teknik dan alat yang mendorong masyarakat untuk turut serta meningkatkan dan menganalisa pengetahuannya mengenai hidup dan kondisi mereka sendiri, agar mereka dapat membuat rencana dan tindakan. Tekniknya antara lain diagram venn, kalender musim, analisa stakeholders dan lain-lain serta manfaatnya.

Keluaran PRA

  • potensi sumber daya alam yang dimiliki masyarakat.
  • potensi sosial dan masyarakat.
  • potensi lembaga atau kelompok kegiatan yang ada, latar belakangnya, strukturnya, kegiatannya dan lain-lain.
  • masalah-masalah masyarakat.
  • prioritas dan penyebab masalah.
  • peluang-peluang pengembangan.

  1. Identifikasi Permasalahan
    Pemahaman tentang identifikasi permasalahan membedakan antara identifikasi permasalahan umum dengan akar permasalahan. Bagaimana membuat skala prioritas permasalahan serta membuat alternatif solusi dan the best of solution-nya.


VUCA

adalah suatu kondisi yang:

  • Volatile (bergejolak) : Perubahan yang sangat cepat.
  • Uncertain (tidak pasti) : Kesulitan untuk memprediksi kejadian atau peristiwa yang akan terjadi dimasa depan.
  • Complex (sangat rumit) ; Beragamnya permasalahan yang terkait satu dengan yang lainnya.
  • Ambiguous (tidak jelas) : Keadaan yang tidak jelas/mengambang dan kejelasan masih dipertanyakan.


5 Mei 27 Mei 28 April 2021 2022 2023 2024 2025 2026 Aparatur Sipil Negara (ASN) April 2023 Dokumen Dokumen Kinerja Dokumen Perencanaan Februari 2024 Februari 2025 Inspektorat Daerah Jabatan Fungsional Perencana Januari 2024 Kecamatan Kementerian Dalam Negeri Kinerja Laporan Hasil Evaluasi Laporan Hasil Evaluasi AKIP Laporan Hasil Evaluasi AKIP Tahun 2022 Laporan Hasil Evaluasi AKIP Tahun 2023 Laporan Hasil Evaluasi AKIP Tahun 2024 Mei 2024 Mei 2025 Music Music Album Musrenbang Musrenbang Kecamatan Musrenbang RKPD Musrenbang RKPD Tahun 2025 Peraturan Bupati Pirate Rencana Kerja Pemerintah Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RKPD Tahun 2025 RPJMD Tahun 2025-2029 SAKIP SAKIP Tahun 2024 Sekretariat Daerah Surat Edaran

“Remember, there are no bad crews… only bad leaders.”

Command Master Chief John James Urgayle, G.I. Jane (1997)

“I’ve gotten where I’ve gotten through hard work. I don’t lie. I don’t steal, and I certainly don’t cheat. And I’m not about to start now.”

Sharon Combs, Crime 101 (2026)

“They’re not gonna catch us. We’re on a mission from God.”

Elwood Blues, The Blues Brothers (1980)

“No one ever wins a fight”

– Elwood Dalton, Road House (2024)

“¿Quiere usted bailar conmigo?”

– Fairuz Hussein, Nights in Barcelona (1989)

“Sate, 200 tusuk makan di sini.”

– Sundel Bolong, Sundel Bolong (1981)

“There’s no place like home.”

– Dorothy Gale, The Wizard of Oz (1939)

“Say ‘hello’ to my little friend!”

– Toni Montana, Scarface (1983)

“I love the smell of napalm in the morning.”

– Lieutenant Colonel Bill Kilgore, Apocalypse Now (1979)

“I’m gonna make him an offer he can’t refuse.”

– Vito Corleone, The Godfather (1972)

“You talkin’ to me?”

– Travis Bickle, Taxi Driver (1976)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini