Proses Perencanaan Pembangunan Sosial

Pembangunan Sosial

adalah suatu proses perubahan sosial yang terencana dan didesain untuk mengangkat kesejahteraan penduduk secara menyeluruh.

  • Proses transformasi institusi untuk memberdayakan orang.
  • Pengurangan dan peningkatan kesejahteraan.
  • Kualitas hidup yang lebih baik.
  • Pemberdayaan — proses memperbesar kapasitas orang secara individual atau kelompok untuk membuat pilihan pilihan dan mengejawantahkan pilihan pilihan tersebut menjadi tindakan dan hasil yang diinginkan.

Adaptasi Pembangunan

  • Proses penyesuaian diri baik bagi perencana pembangunan maupun persiapan bagi masyarakat untuk bisa menyesuaikan perubahan sosial, budaya dan lingkungan, karena pembangunan.
  • Proses ini dilakukan pada saat , pelaksanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan program-program pembangunan.

Perubahan Paradigma

  • Dari proses perencanaan bersifat teknis dan analistis menjadi perencanaan sebagai proses collective agreement antar stakeholders.

  • Pendekatan sebelumnya lebih mementingkan hasil sekarang lebih menekankan pada proses.

Masalah Sosial

Kesenjangan antara realitas sosial dan gagasan sosial ideal; berpengaruh atau mengancam relasi dan kehidupan sosial.

Intervensi (Kerja) Sosial

Memodifikasi proses dan situasi, dalam kerja sosial, penerapan strategi perubahan yang bertujuan mengurangi dan
menghilangkan faktor-faktor .

Perencanaan Sosial

Rangkaian kegiatan alternatif untuk mencapai suatu tujuan, utamanya perubahan dan perkembangan lebih baik.

Manajemen Program Adaptif

Pengelolaan rangkaian kegiatan dalam mencapai tujuan yang sudah direncanakan.

Keberagaman Indonesia

Kondisi Indonesia yang mempunyai masyarakat yang beragam, terdiri dari ratusan suku bangsa, dan kondisi sosial yang beragam.

  • Berburu meramu
  • Bertani berpindah
  • menetap dan sistem pengairan
  • Berkebun, berternak, produktif
  • Urban

Tiga Kebutuhan Dasar Pembangunan

Pembangunan sebagai sebuah transformasi yang mengacu pada tiga kebutuhan dasar, yaitu:

  1. Keadilan, setiap orang memperoleh peluang dan hak yang sama untuk berusaha.
  2. Berkesinambungan, setiap generasi memahami kewajiban untuk mengolah dan memelihara sumberdaya alam serta pembangunan yang sudah dijalankan.
  3. Kebersamaan, memiliki hak dan kewajiban saling berbagi kemampuan

Strategi Pembangunan Sosial

  1. Strategi growth with equity. Strategi ini merupakan hasil perdebatan antara kelompok growth dan kelompok equity. Pertumbuhan ekonomi tidak memberi pemecahan mengenai masalah kemiskinan di negara-negara sedang berkembang, justru memperlebar jurang perbedaan antara kaya dan miskin.
  2. Strategi human factor, yaitu peningkatkan mutu sumberdaya manusia dipandang sebagai kunci bagi pembangunan yang dapat menjamin kemajuan ekonomi dan kestabilan sosial. diarahkan bukan saja untuk meningkatkan physical capital stock tetapi juga stock dengan mengambil prioritas kepada usaha peningkatan mutu , dan gizi. Melalui perbaikan mutu sumberdaya manusia dapat ditumbuhkan inisiatif-inisiatif dan sikap kewiraswastaan.
  3. Strategi people-centered (berorientasi pada manusianya), yaitu proses yang memberikan atau memperluas pilihan bagi setiap orang.

Ciri-ciri Perencanaan Pembangunan Sosial

  • Adanya hubungan yang erat antara masyarakat dengan kelembagaan secara terus menerus.
  • Masyarakat atau kelompok diberi kesempatan untuk menyatakan permasalahan yang dihadapi dan gagasan-gagasan sebagai masukan berharga.
  • Proses berlangsungnya berdasarkan kemampuan warga itu sendiri.
  • Warga masyarakat berperan penting dalam setiap keputusan.
  • Warga masyarakat mendapat hasil dari pelaksanaan perencanaan.
  • Tidak hanya diukur melalui peningkatan akses pelayanan, melainkan melalui kemajuan pencapaian tujuan yang lebih kompleks seperti persamaan, keadilan, kebahagiaan, peningkatan kemampuan untuk bertindak, sehingga potensi kreatif manusia dapat dikeluarkan dan membentuk perkembangan sosial.

Penyebab Gagalnya Pembangunan/Tidak Sustain

  • Kegiatan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  • Lebih banyak bersifat top down.
  • Rendahnya partisipasi masyarakat.
  • Kelembagaan masyarakat buatan bukan berasal dari masayarakat.
  • Tidak ada rasa memiliki.

Tujuan Pembangunan Sosial

  1. Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menemukenali dan memprakasai kegiatan untuk memecahkan permasalahan yang mereka hadapi dengan menggunakan sumber daya (modal keahlian, , ) mereka sendiri dengan cara berkelanjutan.
  2. Meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap kesinambungan kegiatan dan program pembangunan mereka sendiri.
  3. Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menilai sumber daya yang bisa mendukung kegiatan mereka.
  4. Memperkuat sosial kapital melalui kelembagaan yang ada di masyarakat.

Tahapan Pembangunan Sosial

  1. Perencanaan
    • Pra-kondisi:
      • Sosialisasi
      • Pemetaan sosial
      • Membangun kesepakatan
    • Penjajakan kebutuhan (needs assessment)
      • Identifikasi masalah
      • Identifikasi potensi
      • Membuat skala prioritas
      • Menentukan solusi
    • (action plan)
  2. Implementasi
    • Pendampingan kegiatan
      Rangkaian kegiatan fasilitasi, bimbingan, motivasi, edukasi dan supervisi yang dilakukan secara berkala dan intensif kepada masyarakat yang menjadi sasaran program.
    • Peningkatan kapasitas ()
      Pengembangan/peningkatan kemampuan individu/kelompok individu, mencakup pengembangan/peningkatan aspek pengetahuan dan keterampilan, seperti meningkatkan pengetahuan mengenai masalah , keterampilan organisasi, administrasi dan keahlian praktis lainnya yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setempat.
  3. dan (bukan sebagai kegiatan yang terpisah tetapi dilakukan di setiap tahap).
    • Monitoring
      Proses melihat dan memikirkan kembali secara menyeluruh yang dilakukan terus-menerus atau berkala oleh berbagai pihak untuk mengetahui perkembangan/permasalahan dari sebuah pekerjaan atau program (termasuk masyarakat).
    • Evaluasi
      • Berdasarkan monitoring, dilakukan potensi dan masalah yang ditemukan selama proses pelaksanaan Program.
      • Evaluasi dari keseluruhan proses (rancangan dari perencanaan tercapai atau tidak).
      • Evaluasi dampak kegiatan pendampingan (bagaimana akibatnya terhadap kehidupan sosial masyarakat).
  4. Re-desain

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan perencanaan pembangunan dengan masyarakat, maka
desain awal dapat saja diperbaiki dan disempurnakan , baik dari segi rumusan tujuan, pencapaian, keluaran, kegiatan, pembagian peran, waktu kegiatan dan anggaran.

Masalah dan Hambatan

  1. Hambatan Kelembagaan
    • Masalah yang sering terjadi khususnya dalam proses pengambilan keputusan, yang termanifestasi dalam petunjuk pemerintah, petunjuk teknis, dan budaya ”menunggu instruksi” dari eselon yang lebih tinggi.
    • Dominasi pendekatan top down yang mekanistik membuat pelembagaan pendekatan partisipatif nyaris mustahil untuk dilakukan.
  2. Keterbatasan Sumber Daya
    • Sumber keuangan pemerintah sangat terbatas. Dana yang diperuntukkan bagi biaya operasional (pendekatan sosial) sangat terbatas serta
      mekanismenya sangat kaku dan tidak dapat diubah.
    • Pada seluruh tingkatan pemerintahan, terbatasnya kualitas Masyarakat. Sumberdaya manusia merupakan hambatan besar bagi pelaksanaan
      perencanaan sosial. Mereka kurang memiliki pengalaman dalam melaksanakan pendekatan partisipatif.
  3. Hambatan Sikap
    Masyarakat masih terbiasa dengan sistem konvensional yang bersifat top down, sehingga masih selalu mengharapkan bantuan fisik yang datang bersama dengan program penyuluhan. Keadaan itu sering mengecewakan masyarakat ketika diketahui bahwa program Perencanaan sosial tidak memberikan bantuan secara fisik melainkan terfokus pada pengembangan sumber daya manusia


5 Mei 27 Mei 28 April 2021 2022 2023 2024 2025 2026 Aparatur Sipil Negara (ASN) April 2023 Dokumen Dokumen Kinerja Dokumen Perencanaan Februari 2024 Februari 2025 Inspektorat Daerah Jabatan Fungsional Perencana Kecamatan Kementerian Dalam Negeri Kinerja Laporan Hasil Evaluasi Laporan Hasil Evaluasi AKIP Laporan Hasil Evaluasi AKIP Tahun 2022 Laporan Hasil Evaluasi AKIP Tahun 2023 Laporan Hasil Evaluasi AKIP Tahun 2024 Mei 2024 Mei 2025 Music Music Album Musrenbang Musrenbang Kecamatan Musrenbang RKPD Musrenbang RKPD Tahun 2025 Peraturan Bupati Pirate Rencana Kerja Pemerintah Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RKPD Tahun 2025 RPJMD Tahun 2025-2029 SAKIP SAKIP Tahun 2024 Sekretariat Daerah Surat Surat Edaran

“Remember, there are no bad crews… only bad leaders.”

Command Master Chief John James Urgayle, G.I. Jane (1997)

“I’ve gotten where I’ve gotten through hard work. I don’t lie. I don’t steal, and I certainly don’t cheat. And I’m not about to start now.”

Sharon Combs, Crime 101 (2026)

“They’re not gonna catch us. We’re on a mission from God.”

Elwood Blues, The Blues Brothers (1980)

“No one ever wins a fight”

– Elwood Dalton, Road House (2024)

“¿Quiere usted bailar conmigo?”

– Fairuz Hussein, Nights in Barcelona (1989)

“Sate, 200 tusuk makan di sini.”

– Sundel Bolong, Sundel Bolong (1981)

“There’s no place like home.”

– Dorothy Gale, The Wizard of Oz (1939)

“Say ‘hello’ to my little friend!”

– Toni Montana, Scarface (1983)

“I love the smell of napalm in the morning.”

– Lieutenant Colonel Bill Kilgore, Apocalypse Now (1979)

“I’m gonna make him an offer he can’t refuse.”

– Vito Corleone, The Godfather (1972)

“You talkin’ to me?”

– Travis Bickle, Taxi Driver (1976)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini